Welcome

REPORTASE JAMBORE NASIONAL PEMUDA 2010

Salam Hangat dalam kasih Yesus Kristus  bagi seluruh Bapak/Ibu/Sdra/ i milister dimanapun berada…

 

Sebelumnya terima kasih kepada para miilster yang menanti2kan report dari event nasional: Jambore Nasional Pemuda.  Tentu saja itu pertanda bahwa kita mendukung acara ini, dan mengharap sebuah dampak positif kepada the 3G of GPI. Terima kasih juga kepada teman2 panitia yang sudah share ke milis.  Meski terpotong-potong dan terpisah-pisah.  Serta terimakasih untuk share dari peserta serta masukan dan kritikan.  Bahkan ditunggu masukan dan kritikan yang konstruktif. .

 

Perlu saya sampaikan, bahwa panitia sedang dalam tahap penyusunan LPJ secara lengkap, akurat dan transparan, baik gambaran kegiatan, laporan keuangan maupun dokumentasi lain seperti foto2 dan CD.  Panitia menargetkan LPJ selesai dalam satu bulan.  Dan kita akan kembali mengundang Pengurus GPI, Steering committee dan seluruh panitia dalam Rapat Penyampaian LPJ Dan Pembubaran Panitia Jambore.  Setelah itu panitia akan posting ke milis dan website secara resmi.

 

Berikut saya sampaikan secara ringkas pelaksanaan Jambore 27-30 Mei 2010:


Jambore secara resmi dibuka pada hari jumat pukul 09.00 WIB.  Pembukaan secara resmi dilakukan oleh Gubernur Sumatera Utara yang diwakili oleh DR. Ferlin H Nainggolan (Kepada Biro Organisasi dan Tatalaksana Prov SUMUT).  Turut juga hadir dan menyampaikan pengarahan Bupati Samosir yang diwakili Sekdakab Tigor Simbolon, ST.  Laporan panitia disampaikan oleh sdra Salomo Simanjuntak, Sekretaris Umum panitia.  Panitia juga menyerahkan kaos jamboree kepada bapak Dr Ferlin Nainggolan

 

Total Peserta yang hadir berkisar 1.200 orang.

 

Selanjutnya kegiatan olah raga yang diikuti hampir seluruh kontingen yang meliputi:

Tarik Tambang Putra/i

Lari 100m putra/i

Vollley Putra/i

Juga festival V Group yang diikiti oleh 18 Kontingen.

Serta Lomba karya Tulis bertemakan “Tanggung jawab pemuda dalam memajukan GPI serta kesiapan dan tantangan Pemuda menghadapi era globalisasi.

 

Juara Umum (peraih trophy terbanyak) dalam pertndingan olahraga, v group dan karya tulis adalah Kontingen dari Samosir (Tuan Rumah).  Para juara diberikan trophy dan uang tunai.

 

 

Seminar terdiri dari 5 Topik yaitu:

  1. Aku Siap, Utuslah Aku.  Materi ini semestinya disajikan oleh Bapak Pdt P Silaban, SE namum karena kondisi adek Hamonangan cukup kritis, maka beliau digantikan oleh Gr Sabam Sinaga, MMPemuda, Pdt A Tarigan, S.Th, moderator sdra Freddy Siringo-ringo, SPd didampingi Departemen
  2. Dunia Kerja, entrepreneur disajikan dengan baik oleh Gr HD Manurung, MM, Moderator Sdra Salomo Simanjuntak, S.E
  3. Memperlengkapi dan Memberdayakan Pemuda Untuk Kemajuan GPI disajikan dengan baik oleh Pdt. B Siburian, SH, MH, moderator sdra Julfikar Nainggolan, S.E
  4. Kapita Selecta: Gambar diri disajikan dengan baik oleh Gr Ambarita, SE, MBA, didampingi oleh tim 12 EST. dan Pelayanan Media  yang disajikan oleh Sdra Ev. Julfikar Nainggolan, SE
  5. Generasi Yang bertanggung Jawab, dengan materi Sejarah GPI, mengupas tuntas GPI, inti pelayanannya, sejarahnya, tata ibadahnya serta Baptisan Roh Kudus dan juga “Gereja dan Budaya”, disajikan oleh Ketua GPI, Rev. DR. M.H Siburian, M.Min, moderator Sdra Laston Lumbanraja
  6. Satu Sesi seminar yang tidak jadi yaitu: Musik dan Lagu Gereja, sang calom pembicara bapak Jonatan Prawira batal dating oleh  karena satu alas an tertentu.

Pada Jambore kali ini juga diadakan malam api unggun dan malam komitmen kepada seluruh peserta Jambore. Komitmen untuk mencintai, membangun dan keinginan untuk mengembangkan GPI di masa mendatang.  Penyalaan obor utama dilakukan oleh Ketua GPI dan diserahkan kepada ketua jamboree selanjutnyaa kepada seluruh peserta.  Peserta menempun perjalanan kurang lebih 500 meter membawa obor sambil bernyanyi lagu2 perjuangan GPI dan bertemu pada satu titik yang sudah disediakan api unggun. Pada kesempatan ini, 6 orang perwakilan pemuda dari beberapa daerah (Sdra Sarlan Manik, ST dari Medan, St Jody dari Jakarta, Sdra Kingson dari Samosir, Sdra Rido dari Toba Habinsaran, Sdra Adriel nababan dari Humbang dan Sdra Jotam Silalahi dari Pekan baru) berdoa secara beruturut2 dengan topic doa yang sudah disediakan oleh panitia.



Jambore Pemuda ke II ini secara resmi ditutup oleh Bupati Samosir, bapak Ir Mangindar Simbolon, serta memberikan pengarahan sekaligus juga menyerahkan trophy kepada Juara Umum pertandingan olahraga, vocal group dan karya tulis.  Dalam arahannya bupati berharap seluruh pemuda yang dari luar Samosir turut mempromosikan daerah samosir sebagai daerah wisata yang tak kalah dari daerah lainnya.  Bupati juga mengucapkan terima kasih kepada GPI yang telah memilih komplek perkantoran baru pemkab sebagai tempat pelaksanaan jamboree sebab sudah banyak cucuran air mata doa di lokasi maka Tuhan akan memberkati tempat tersebut.

 

Pada ibadah minggu raya, bergabung sengan seluruh jemaat GPI yang ada di Samosir sekitarnya.  Sehingga ibadah minggu raya diperkirakan diikuti sekitar 3.500 orang. Pihak Pemkab beserta rombongan juga turut mengikuti ibadah sampai selesai dan seluruh jemaat makan bersama setelah ibadah.

 

Tak lupa juga kami mencatat beberapa kendala yang sangat prinsipil selama pelaksanaan jamboree ke II ini yaitu:

  1. Fasilitas air yang tidak sesuai harapan.  Pihak pemkab sebenarnya sudah berusaha semaksimal mungkin sesuai janji kepada panitia. Namun terjadi kebocoran pipa utama akibat lokasi pipa dilewati alat berat, sehingga hamper 50% air dari reservoir terbuang sehingga tidak bias melayani kamar2 mandi di ruangan.  Untuk itu panitia bekerjasama dan membayar pihak PDAM, sedikit terbantu walupun pun belum bias maksimal
  2. Sarana Transport yang terbatas, utamanya ferry penyeberangan, sehingga banyak peserta yang terlambat sampai di lokasi
  3. Kehadiran peserta yang duliar perkiraan.  Dalam catatan panitia hanya 700 orang, nyatanya hadir 1.200 orang. Sehingga banyak peserta yang tidak dapat kaos, buku acara dan juga badge name.
  4. Minimnya panitia yang bekerja. Ini uatamanya disebabkan banyaknya panitia yang merupakan ketua rombongan masing2 daerah, sehingga secretariat hanya diisi beberapa orang  saja panitia yang bisa bekerja full.
  5. dan lain-lain

 

Demikian kami sampaikan ringkasan Jamnas II GPI.  Laporan lengkap meliputi gambaran kegiatan, laporan keuangan, bahan seminar dan dokumentasi lainnya akan disajikan ke milis dan website setelah LPJ dan Pembubaran panitia.


Tuhan Yesus Memberkati.. Haleluya!!!! !

 
Laston Lumbanraja
Ketua Umum Jamnas 2010
081 376 206 184

Project

Pembangunan Pusat Kegiatan GPI

HALELUYA..

Mari sukseskan pembangunan gedung PUSAT KEGIATAN GEREJA PENTAKOSTA INDONESIA yang kira-kira membutuhkan dana kurang lebih 25M. Mari percayai kuasa Tuhan sanggup menyediakan segalanya bagi kita. Berikan yang terbaik buat TUHAN, jangan dengan berat hati atau terpaksa tapi berikan dengan iman. Apa yang Saudara ukurkan untuk memberi kepada Tuhan, ukuran itu juga yang akan diukurkan kepadamu. Jika Saudara menabur banyak, Saudara akan menuai berkelimpahan. Yakin dan Percaya selalu pada TUHAN YESUS KRISTUS, sebab Dia ajaib, dahsyat, heran dan luar biasa. Tuhan Beserta kita. PASTI...!!

 

Maket Gedung PUSAT KEGIATAN GPI

 

Ketua Pembangunan Gedung Pusat Kegiatan
GPI (Pdt. Pantur Silaban, S.E)

Pengurus

Kepengurusan Gereja Pentakosta Indonesia 2006-2011

Ketua Umum:Rev. Dr. M.H Siburian, M.Min
Sekretaris:Pdt. Drs. J. Manurung
Bendahara:Pdt. Drs. J.W Panjaitan



Pembantu Umum:Pdt. H.A Sianipar


Pdt. P.A Situmorang


Pdt. Drs. DJ. Rajagukguk


Pdt. J. Sitanggang


Pdt. A.Y Butar-butar


Pdt. J. Lumban Tungkup


Pdt. E. Rajagukguk, M.Sc


Pdt. M. Rumapea

Departemen Pemuda:Pdt. A. Tarigan
Departemen Penginjilan:Pdt. DR. AC. Sihombing
Departemen Wanita:Ny. Rev. DR. MH. Siburian, M.Min - br Sitompul
Departemen Anak-anak / Sekolah Minggu :Pdt. J. Silalahi
Departemen Humas/Media:Pdt. P. Silaban, S.E
Departemen Litbang:Pdt. B. Siburian, S.H.,M.H.
Departemen KKR:Pdt. D. Sihombing
Departemen Diakoni Sosial :Pdt. Dj. Gultom



Pembantu Umum Wilayah



SIANTAR SIMALUNGUN:1. Pdt. A.Y. Butar Butar (Koordinator)
2. Pdt. L. Lumban Tungkup
3. Pdt. J. Silalahi
4. Pdt. O. Sijabat
5. Pdt. AB. Siahaan
6. Pdt. A. Tarigan
7. Pdt. J. Siburian
8. Pdt. S. Siagian
9. Pdt. A. simbolon
10. Gr. B. Manurung
11. Pdt. J. Siburian


SAMOSIR:1. Pdt. MT. Lumbanraja (Koordinator)
2. Pdt. DJ. Sinaga
3. Pdt. M. Lumbanraja
4. Pdt. J. Lumbanraja
5. Pdt. JM. Sinaga
6. Pdt. B. Sinaga
7. Pdt. H. Sinaga

TOBA HABISARAN:1. Pdt. M. Silalahi (Koordinator)
2. Pdt. I. Sitorus
3. Pdt. MK. Sitorus
4. Pdt. S. Hasibuan
5. Gr. W. Silalahi


SILINDUNG SIPAHUTAR/GAROGA:1. Pdt. J. Lumban Tungkup (Koordinator)
2. Pdt. T. Pardede
3. Pdt. K. Ritonga
4. Pdt. A. Simaremare
5. Pdt. M. Togatorop
6. Pdt. JT. Pasaribu
7. Pdt. Y. Pasaribu
8. Gr. K. Gultom


DAIRI:1. Pdt. O. Rajagukguk (Koordinator)
2. Pdt. DP. Pandiangan
3. Pdt. M. Silaban
4. Pdt. F. Pandiangan
5. Pdt. J. Sihotang
6. Pdt. M. Manullang
7. Gr. J. Rajagukguk


TAPTENG /TAPSEL/ MADINA/SIBOLGA:1. Pdt. J. Sitanggang (Koordinator)
2. Pdt. SM. Situmorang
3. Pdt. J. Pasaribu
4. Pdt. J. Sihombing
5. Pdt. A. Simamora
6. Pdt. W. Sitanggang
7. Pdt. P. Sitorus
8. Pdt. M. Hutagalung
9. Pdt. T. silalahi
10. Pdt. SD. Simanjuntak
11. Pdt. M. Sianturi
12. Pdt. S. Togatorop
13. Gr. P. Nainggolan
14. Gr. J. Pasaribu
15. Gr. A. Purba
16. Gr. Sitinjak
17. Gr. H. Siregar
18. Gr. P. Panggabean
19. Gr. K. Sitanggang
20. Gr. U. Situmeang
21. Gr. A. Silitonga

TANAH KARO/ ACEH TENGGARA:1. Pdt. J. Sitorus (Koordinator)
2. Pdt. B. Sibarani
3. Pdt. M. H. Sianipar
4. Pdt. J. Sitohang

NIAS/NIAS SELATAN:1. Pdt. R. Harefa (Koordinator)
2. Gr. Ozuizaro Lawolo
3. Asoala Halawa
4. Pdt. Manase Harefa
5. Faigisibai Harefa/Plh: T. Harefa, STh,MA-Kec. Gido
6. Pdt. Elinudi Bawamenemi-Kec. Idano Gawo
7. Pdt. Asa`aro Lase-Kec. Bawo lato
8. Pdt. Alinudi Halawa-Kec.Lahusa
9. Pdt. Taliwanola Halawa-Kec.Gomo
10. Pdt. Tahomano Telaumbanua-Kec.Perw.Umbunasi
11. Pdt. Sofuziduhu Tafona`o
12. Pdt. Aluizaro Laia-Kec.Telukdalam
13. Pdt. Amoni Halawa-Kec. Lolowa`u
14. Pdt. Sokhiato Ndruru-Lolomatua
15. Pdt. Budiaro Waruwu _ Lalofui Moi
16. Pdt. Talozishoki Zalukhu-Alasa/Afaulu
17. Pdt. Hezishoki Gea-Namohalu Esiwa
18. Pdt. Taha`aro Zega-Tuhemberua/Lotu
19. Pdt. Artika Halawa-Kab.Tapteng
20. Pdt. Talizaro Ndruru-Kab.Tapsel

HUMBANG:1. Pdt.M. Bakkara (Koordinator)
2. Pdt. A. Gultom
3. Pdt. K. Simanjuntak
4. Pdt. T. Sihombing
5. Pdt. L. Simanullang
6. Pdt. R. Siburian
7. Pdt. S. Siregar
8. Gr. S. Sitohang
9. Gr. B. Siringoringo

LABUHAN BATU:1. Pdt. P.A. Situmorang (Koordinator)
2. Pdt. B. Sinaga,BA
3. Pdt. J. Manurung
4. Pdt. H.L. Tobing
5. Pdt. K. Nainggolan
6. Pdt. R. Tambunan
7. Pdt. M. Sianturi
8. Pdt. M. Nainggolan
9. Gr. T.B. Simanjuntak
10. St. B. Sihombing
11. Gr. J. Panjaitan


ASAHAN:1. Pdt. G. Gultom (Koordinator)
2. Pdt. H. Simbolon
3. Pdt. A. Gultom
4. Pdt. H. Saragi
5. Pdt. P. Manurung
6. Pdt. S. Sihombing
7. Pdt. E. Tambunan
8. Pdt. L. Tambunan
9. Pdt. L. Situmorang
10. Pdt. H. Pandiangan
11. Pdt. AP. Hutauruk
12. Gr. S. Manik

TEBING TINGGI/S. BEDAGAI:1. Pdt. Drs. J. Manurung (Koordinator)
2. Pdt. S. Gultom
3. Pdt. W. Sinaga
4. Pdt. K. Saragi
5. Pdt. T. Simaremare
6. Pdt. T. Sianipar
7. Pdt. M. Siburian
8. Pdt. H. Sitorus
9. Pdt. O. Rajagukguk
10. Pdt. S. Marbun
11. Pdt. P. Samosir
12. Pdt. E. Silaen
13. Gr. Drs. H. Pakpahan
14. Gr. S. Sirait, SE
15. Gr. J. Marbun, ST

KEPULAUAN RIAU:1. Pdt. Dr. AC. Sihombing (Koordinator)
2. Pdt. Dj. Nadeak, STh
3. Pdt. T. Sihombing
4. Pdt. K. Butarbutar
5. Pdt. BF. Sihombing
6. Pdt. B. Sitorus
7. Pdt. T. Sinaga
8. Gr. T. Napitupulu
9. Gr. Drs. M. Situmorang

RIAU DARATAN:1. Pdt. T. Togatorap (Koordinator)
2. Pdt. M. Tambunan
3. Pdt. M. Hutabarat
4. Pdt. B. Sinaga
5. Pdt. A. Lumbanraja
6. Pdt. B. Marbun
7. Pdt. RH. Hutabarat
8. Gr. L. Situmorang
LAMPUNG:1. Pdt. M. Rumapea (Koordinator)
2. Pdt. E. Situmorang
3. Pdt. L. Nainggolan
4. Gr. Joni Sitorus, S.Si
5. Gr. RP. Simarmata, SH

JAMBI/SUMSEL:1. Pdt. M. Rumapea (Koordinator)
2. Pdt. BA. Sitanggang
3. Pdt. Ir. Jesni Gultom
4. Gr. J. Marbun
5. Gr. J. Tamba

BENGKULU:Pdt. JB. Hutabarat (Koordinator)


PULAU JAWA:1. Pdt. Drs. Dj. Rajagukguk (Koordinator)
2. Pdt. DJ. Gultom
3. Pdt. Drs. E. Rajagukguk, MSc
4. Pdt. Yansen Lumbanraja
5. Pdt. TP. Sinurat
6. Pdt. P. Silaban, SE
7. Pdt. Dapot Manurung
8. Pdt. Bresman Siburian, SH, MH
9. Pdt. MH. Nainggolan
10. Pdt.SBP.Silitonga,SE.

KALIMANTAN BARAT:1. Pdt. HM. Silalahi (Koordinator)
2. Pdt. B. Batubara
3. Pdt. M. Butarbutar

KALIMANTAN TIMUR:Pdt. GJ. Sitinjak (Koordinator)

PAPUA:Pdt. C. Simaremare, S.Th (Koordinator)

LUBUK PAKAM/LANGKAT:1. Pdt. H.A. Sianipar (Koordinator)
2. Pdt. M. Simarmata
3. Pdt. M. Sinaga
4. Pdt. A. Silaen
5. Gr. B. Samosir
6. Pdt. S. Hutabalian
7. Gr. G. Sihotang
8. St. Manihuruk
9. Gr. T. Hutabalian

MEDAN:1. Pdt. Drs. JW. Panjaitan (Koordinator)
2. Pdt. J. Sitinjak, BA
3. Pdt. J. Lumbanraja
4. Pdt. M. Sianturi, SH, STh
5. Pdt. T.T. Ginting
6. Pdt. A.S. Purba, SE
7. Pdt. J.W. Manurung, STh
8. Pdt. Drs. S. Pardede
9. Pdt. Drs. R.A. Siburian
10. Pdt. B. Sihete
11. Pdt. A.T. Panjaitan, STh
12. Pdt. F.H. Sinaga
13. Pdt. P. Sibarani, SH
14. Pdt. M. Nainggolan
15. Pdt. J. Pasaribu, STh
16. Pdt. B. Sinurat, SH
17. Pdt. Drs. T. Parhusip
18. Pdt. A. Simanjuntak, BA
19. Pdt. H. Silalahi
20. Gr. Ir. A. Parhusip

Sejarah

SEJARAH BERDIRINYA GEREJA PENTAKOSTA INDONESIA

I. PENDAHULUAN


Sejarah Gereja Pentakosta Indonesia tidak dapat dipisahkan dari riwayat pendirinya yaitu Pendeta Evangelis Renatus Siburian. Pendeta Siburian adalah satu-satunya pioner gerakan Pentakosta yang paling berhasil dan pertama di daerah Tapanuli Utara khususnya dan kemudian Sumatera Utara. Perjuangannya menyebarkan Injil dari hanya seorang tamatan Sekolah Alkitab yang bersaksi dari rumah ke rumah, dari dusun ke dusun diberkati Tuhan menjadi ratusan ribu orang yang telah diselamatkan dan puluhan organisasi gereja aliran Roh Kudus yang independen di Sumatera Utara.


Dalam kesibukannya sebagai penginjil dan perintis gereja dia mengalami banyak cobaan dalam hidupnya tetapi semua itu dapat dilaluinya oleh karena Tuhannya yang telah memanggil dia dalam perjuangan salib selalu memberikan kekuatan dan jalan keluar. Dalam tugasnya sebagai penginjil pernah dia tidak melihat anaknya meninggal, sebanyak tiga kali, sebab kesibukannya untuk mengemban tugas yang dipikulkan Tuhan Yesus kepadanya adalah segala-galanya, bagaimanapun pada waktu dia sedang menginjil di tempat-tempat terpencil. Ditangkap oleh Pemerintahan Jepang oleh karena injil, kemudian dikucilkan dari kehidupan masyarakat karena dianggap membawa ajaran yang unconventional, tidak cocok dengan doktrin yang sudah ada pada waktu itu. Sebab Pendeta Renatus Siburian adalah perintis pertama ajaran Pentakosta di daerah Tapanuli Utara.Hinaan dan segala macam hambatan tidak pernah menghalangi Pendeta ini untuk menyebarkan Injil, bahkan pernah pula orang menuduh dan menganggap bahwa Pendeta Siburian sebenarnya menyebarkan agama yang baru yaitu agama Siburian, sebab kemanapun dia menginjil ratusan orang akan dibabtis, di setiap kampung kemana dia menginjil pasti hampir seluruh penduduk akan datang mengunjungi Kebaktian Kebangunan Rohaninya, yang unik bahwa setelah KKR yang selalu diadakan di luar rumah misalnya di halaman, di lapangan terbuka dan di pasar-pasar umum, maka sering pula diadakan tanya jawab tentang ajaran Pentakosta dan tentang isi Alkitab. Babtisan massal selalu diadakan di tempat terbuka, di sungai, di kolam, di danau atau di tempat-tempat sejenis itu, sehingga tetap dapat disaksikan oleh banyak orang.


Bukan lagi berita bahwa banyak dari mereka yang dibabtis tadi adalah orang yang kebetulan lewat pada waktu upacara babtisan diadakan dan hanya sekedar ingin tahu apa yang terjadi, tetapi oleh karena Roh Kudus bekerja, orang-orang yang hanya melihat-lihat tadi malah menyerahkan dirinya untuk dibabtis. Dalam pekerjaannya sebagai pembabtis air, sudah puluhan ribu orang yang dibabtiskannya. Banyaknya orang yang dibabtiskan dalam upacara babtisan tadi sangat bervariasi, antara 100 sampai 1200 orang dalam setiap upacara babtisan. Itulah sebabnya Pendeta Siburian selalu dibantu 4 sampai 12 orang Pendeta pada waktu acara pembabtisan diadakan.


Orang yang sangat sederhana dan rendah hati, tetapi sangat tegas dan keras dalam hal disiplin. Dia tidak pernah mau menonjolkan dirinya secara menyolok. Banyak Pendeta semasa hidupnya berkata supaya dia membuat satu buku biographi, karena itu sangat berguna bagi penerusnya. Tetapi dia hanya menjawab; "Segala apa yang saya kerjakan sudah tercata seluruhnya di sorga". Satu kali dia tertawa dan tersenyum simpul ketika seorang Pendeta mengklaim bahwa dialah perintis satu-satunya dari aliran Pentakosta di Tapanuli/ Sumatera Utara. Padahal Pendeta itu sendiri adalah anak rohani Pendeta Siburian bahkan Pendeta Siburian sendirilah yang membabtisnya. Tidak heran kalau Pendeta Renatus Siburian tidak seberapa dikenal di luar lingkungan penginjilannya, sebab dia tidak pernah berencana supaya menjadi orang yang terkenal.


II. KEKELUARGAAN


Pendeta Ev. Renatus Siburian lahir pada tanggal 19 Oktober 1914 di Paranginan Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Dia adalah anak ke enam dari 7 bersaudara. Abangnya Pendeta Siburian adalah seorang perintis pentakostawi juga di Tapanuli utara dan pernah bekerjasama dalam penginjilan sebelum membentuk organisasi gerejanya sendiri.

Istrinya yaitu Ibu boru Siahaan yang selalu setia mendampingi Bapak Pendeta melahirkan 9 orang anak, tetapi 5 daripadanya dipanggil Tuhan ketika masih kanak-kanak/bayi. Dan 4 orang lagi terdiri dari 2 orang laki-laki dan 2 orang perempuan, yaitu:


1. Rev.M.H. Siburian

2. Lamria Siburian

3. Nursalam Siburian

4. Bresman Siburian


III. PENDIDIKAN

 

1. Tahun 1921 � 1930 : Tamatan Sekolah Inggris

2. Tahun 1936 akhir : Tamatan Sekolah Alkitab Jalan

Embong Malang, Surabaya dengan gurunya Pendeta W. Patterson.

 

IV. PEKERJAAN


1. Tahun 1931 � 1935

Bekerja sebagai pegawai perusahaan NKPM di Palembang, dan saat itulah dia bertobat. Dia menjadi anggota muda-mudi gereja di bawah pimpinan Pendeta Siwi.


2. Tahun 1935

Meninggalkan pekerjaannya di perusahaan minyak dan pergi ke Surabaya untuk masuk sekolah Alkitab karena merasa terpanggil untuk menginjil.


3. Tahun 1937

Setelah selesai Sekolah Alkitab, diangkat menjadi Evangelist oleh Hof Bestur De Pinster Kerk untuk daerah kerja Noort, Sumatera, sambil menunggu hasil permohonan izinnya yang diajukan ke Gubernur General yaitu Rechtperson 177 sesuai dengan permohonan.


4. Tahun 1937

Sambil menunggu hasil permohonan, Pendeta Renatus Siburian menginjil ke tanah Karo bekerjasama dengan Pendeta Purba setelah Pendeta Siburian kembali dari Malaysia/Malaka.


5. Akhir tahun 1938

Menginjil dan membuka gereja di Berastagi, tetapi mendapat halangan dari Pemerintah Belanda karena besleit atau izin untuk menginjil belum juga dikeluarkan oleh Gubernur General. Setelah mendapat halangan dari Pemerintah Belanda di Berastagi, Pendeta Siburian pindah ke kota Medan ibukota Sumatera Utara untuk menginjil. Hanya beberapa bulan di sana banyak yang telah bertobat dan berhasil membuka siding yang semua anggotanya terdiri dari orang Tionghoa. Di sini pemerintah Belanda kembali memanggil Pendeta Siburian dan menyatakan bahwa dia tidak boleh membuka siding di kota itu karena besleit, izin penginjil tidak ada atau belum keluar dari Gubernur.


6. Tahun 1939

Oleh karena tekanan Pemerintah Belanda pada Pendeta Siburian sedah begitu gencar, maka Pendeta Siburian pindah ke satu kota kecil bernama Kisaran, dan bekerja sebagai guru agama di gereja HCB (Huria Christian Batak) satu gereja beraliran Protestan. Dengan demikian dia dapat melakukan kegiatan penginjilannya di sekitar daerah itu dengan gerakan Roh Kudus di daerah Asahan dan Labuhan batu. Bahkan pada saat itu banyak orang yang dibabtiskannya (babtisan selam) termasuk beberapa anggota gereja HCB tadi.


7. Tahun 1941

Oleh karena merasa gerakan penginjilannya terbatas di daerah tersebut lebih sebagai guru agama HCB, maka beliau menuju kota Balige di Tapanuli Utara, dan mulai mengadakan gerakan penginjilan di daerah itu. Kemudian daripada itu Pendeta Simanjuntak dating dan beliau bekerjasama dengan Pendeta Siburian. Sementara itu izin dari Gubernur General tidak dapat diharapkan lagi bias diterima oleh Pendeta Siburian sebab Pemerintah Belanda telah mencapnya sebagai Nasionalist, yang pada waktu itu sangat dibenci oleh Belanda. Sampai saat itu Pendeta Siburian belum lagi membuka organisasi agama walaupun sebenarnya orang yang bertobt sudah demikian banyak.


Pada mulanya Pendeta Siburian beranggapan bahwa tidak perlu untuk membuka organisasi agama, yang penting adalah menginjil. Tetapi masalah yang timbul adalah bahwa orang-orang yang telah bertobat tadi yang telah dibabtis yang jumlahnya sudah ribuan orang , tidak mempunyai tempat peribadahan yang tetap. Sebab sudah sudah tentu tidak diterima lagi di dalam gereja asalnya kalau dahulu mereka mempunyai gereja asal. Demikian juga bagi mereka yang bertobat dari sipelebegu (animisme), mereka menginginkan tempat tertentu unutk beribadah. Selain itu mereka yang telah bertobat tadi banyak yang sudah dikucilkan dari addat masyarakat kampung dan organisasi desa sebab mereka dianggap manusia aneh, dengan cara mereka beribadah, tepuk tangan dalam puji-pujian, berdoa dengan suara yang kuat, dan lebih mementingkan pekerjaan Tuhan dari lainnya. Hal yang baru ini belum dapat diterima banyak orang pada waktu itu. Sehingga pengucilan kepada orang-orang lahir baru ini terjadi hampir di segala pelosok.


8. Tahun 1942

Barulah pada tahun ini Pendeta Siburian membentuk suatu organisasi keagamaan yang dinamakan "Gereja Pentakosta Tanah Batak Tapanuli" . Ini dimungkinkan karena pada waktu itu adalah peralihan pemerintahan Belanda ke pemerintahan Jepang. Itulah sebabnya semasa hidupnya Pendeta Siburian berkata bahwa Kemerdekaan Indonesia baginya sangat mendalam sekali. Oleh karena kemerdekaanlah maka dia dapat hidup sebagai orang yang mempunyai hak untuk dapat menganut dan menjalankan tugas Injilnya dengan baik. Dan organisasi gereja ini adalah independent, tidak berafiliasi dengan organisasi lain. Ada yang beranggapan bahwa gereja ini berinduk kepada GPDI, hal ini tidak benar, sebab gereja yang dibentuk ini tidak pernah mendaftarkan diri kepadda organisasi lain. Ketuanyapun pada waktu pendirian organisasi gereja itu adalah Pendeta Renatus Siburian. Organisasi Gereja Pentakosta ini pertama kali didirikan di Paranginan, Tapanuli Utara.


Sejak itu penginjilan dengan nama Gereja Pentakosta ini mengembang sampai ke seluruh pelosok Tapanuli Utara. Boleh dikatakan tidak ada pelosok Tapanuli Utara yang tidak dijelajahi untuk menyebarkan Injil Yesus. Gereja ini berkembang dengan baik dan kemudian menyabar sampai ke Sumatera Timur. Pada waktu penyebaran Injil dan perkembangan gereja ini , tidak sedikit percobaan. Pemerintah Jepang mulai dipengaruhi oleh orang-orang tertentu supaya Gereja Pentakosta ditutup saja. Sebab dari satu Gereja yang didirikan sekarang sudah ratusan gereja yang dibuka. Dan ini terjadi pula di daerah Simalungun dimana banyak gereja di bawah pimpinan Pendeta Siburian ditutup oleh pemerintah Jepang, tetapi setelah Pendeta Siburian menghadap Gudsebu Pemerintahan Jepang kemudian diizinkan untuk membuka kembali.


Pengembangan penginjilan yang demikian pesat adalah ditunjang oleh banyaknya tanda-tanda heran dan mujizat yang terjadi di setiap kebaktian massal (KKR) maupun kebaktian rutin. Gereja ini berkembang menjadi Evangelical Church yang murni. Gereja tersebut berkembang menjadi geraja Injili yang fungsinya bukan lagi hanya menampung orang-orang percaya tetapi menjadi pusat gerakan penginjilan di seluruh Tanah Batak dan kemudian Sumatera Timur (sekarang masuk Sumatera Utara). Gereja ini tentu menjadi penggerak penginjilan pentakostawi.


9. Tahun 1944

Gereja Pentakosta Tapanuli ini mengadakan synode yang langsung dipimpin oleh Pendeta Renatus Siburian. Melihat perkembangan yang sudah melebar sampai luar Tapanuli (kabupaten) maka di synode itu diputuskan untuk mengganti nama gereja ini menjadi Gereja Pentakosta Sumatera Utara (Sumatera Utara adalah propinsi).


10. Tahun 1945

Pendeta Siburian mendaftarkan organisasi gereja ini ke Pemerintah Republik Indonesia di pulau Jawa melalui Jawatan agama Tapanuli/ Pulau Jawa. Visi Pendeta Siburian mengenai gereja ini terbuka, ketika dia sadar bahwa gereja ini bisa berkembang ke segala pelosok. Pada mulanya dia berpikir bahwa gerakan ini hanya terjadi di sekitar Tapanulia saja. Namun Tuhan bermaaksud lain, dan ini dengan cepat disadari. Penginjilan ini tidak dapat dibatasi oleh garis perbatasan daerah, sebab penginjilan ini adalah untuk semua manusia.


11. Tahun 1948

Gereja Pentakosta Sumatera Utara mengadakan Synode (dipimpin oleh Pendeta Ev. R Siburian ) yang diadakan di kota Balige Tapanuli Utara dan juga memutuskan nama Gereja Pentakosta Sumatera Utara menjadi Gereja Penakosta Indonesia, yang dipakai sampai sekarang .Belakangan hari ada orang yang memakai nama Organisasi Gereja Pentakosta Sumatera Utara, tetapi itu bukanlah lanjutan dari Gereja Pentakosta Sumatera Utara yang didirikan oleh Pendeta Siburian tetapi orang yang keluar atau memisahkan diri dari gereja pimpinan pendeta Siburian mendirikan gereja yang bernama tersebut.


12. Tahun 1950

Pendeta Siburian sebagai ketua Gereja ini, kembali mendaftarkan Organisasi Gereja ini ke pemerintahan R.I.di Jakarta dan mendapat Surat Pengukuhan dari menteri kehakiman dan Kementerian Agama di Jakarta. No D/11/13176 tertanggal 24 September 1951dari kementerian Agama, dan No 1A 5/114/21 tertanggal24-9-1952, dari Departemen Kehakiman.


13. Tahun 1959

Rombongan Pendeta Siburian mengadakan kunjungan Penginjilan ke Pulau Nias sebuah pulau yang pada waktu itu ditempum empat hari naik kapal kecil lautan Hindia. mereka menginjil dan membuka Gereja disana bersama -sama dengan penduduk setempat antara lain Pendeta Harefa..Sekarang Gereja Pentakosta Indonesia ada 172 sidang di pulau tersebut.


14 Tangal. 20 Juni 1987

Hamba Tuhan Pendeta Evanggelis Renatus Siburian dipanggil oleh Tuhan Yesus di Soga untuk beritirahat dari segala kesusahan dan perjuangan salibnya di atas bumi ini. Dia telah menyelesaikan pekerjaan dan panggilannya dengan baik dan penuh pengabdian. Dia meninggalkan begitu besar pekerjaan untuk kita , dan dia ingin agar kita yang ditinggalkannya dapat meneladaninya sebagaimana dia telah meneladani Kristus. Ketika upacara pengebumiannya diadakan, lebih dari 12.000 orang yang hadir dan ribuan orang yang hadir siang malam di rumah duka (selama 4 hari) untuk mengucapka salam akir mereka kepada Bapak Rohani umat Pentakosta.


15. Gereja Pentakosta Indonesia ketika Pdt. Ev. R. Siburian meninggal:


* Jemaat sebanyak 670 sidang di 11 propinsi

* Pendeta sebanyak 130 orang

* Guru Injil, Sintua, Penginjil sebanyak 2500 orang


16. Kegiatan-kegiatan lain:


* Pendiri dan Ketua Gereja Pentakosta Indonesia sampai akhir hayatnya.

* Mendirikan Organisasi Karyawan Umat Pentakosta indonesia yang disingkat OKUPI , organisasi pendukung GOLKAR.

* Tahun 1962 sebagai sponsor Persekutuan Pendeta-Pendeta aliran Roh Kudus Seluruh Indonesia dan juga menjadi Ketua Kerjasma Pendeta-Pendeta Aliran Roh Kudus.

* Tahun 1964 menjadi Ketua I Dewan Kerjasama Gereja Pentakosta Indonesia.

* Tahun 1970 menghadiri konfrensi Gereja Aliran Pentakosta sedunia di Dallas Amerika Serikat.

* Ketua Dewan Pantekosta Indonesia Tk. I Sumatera Utara sampai akhir hayatnya.

* Ketua Dewan Pertimbangan Rohani Dewan Pantekosta Indonesia

* Tahuhn 1982 mengadakan kunjungan penginjilan ke Malaysia dan Singapura.

* Mendirikan Sekolah Pembangunan Kasih.

* Mendirikan Sekolah Alkitab Gereja Pentakosta Indonesia (SEAGPI).

 

V. SEKARANG


Gereja Pentakosta Indonesia sekarang berjumlah 1015 Gereja dan di semua propinsi di Indonesia, bahkan dalam perkembangan selanjutnya, Gereja Pentakosta Indonesia segera akan mengembangkan misinya ke luar negeri.

Foto Terbaru

20100716061618@jamnas5.jpg 20100716061617@jamnas4.jpg 20100716061617@jamnas3.jpg 20100716061616@jamnas2.jpg 20100716061616@jamnas1.jpg

Event

SINODE GPI

Hari ini Jumat  09 Juli 2010 akan dilaksanakan Pembukaan Sinode Gereja Pentakosta Indonesia ke 62 dan direncanakan akan dilangsungkan selama 3 ha... [Read more]
Hits (139) 2010-07-09 07:14:59


More Event Posts

Renungan

Mengenal Dia dan Kuasa KebangkitanNya

MENGENAL DIA DAN KUASA KEBANGKITANNYA. St. L. Hutabalian Filipi 3:10-11 “ Yang kekehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan- Nya dan pe... [Read more]
Hits (470) 2009-12-07 08:03:32


More Renungan Posts

Kotbah

ANAK MUDA

ANAK MUDA Rev. DR. MH. Siburian Ingatlah akan penciptamu pada masa mudamu, sebelum tiba hari-hari yang malang dan mendekat tahun-tahun yang kau katak... [Read more]
Hits (435) 2009-11-26 11:41:12


More Kotbah Posts

Biro Pemuda GPI

Surat-menyurat Panitia Jambore Nasional Pemuda 2010

Kepada Yth,1. Pengurus Pembantu Umum Wilayah2. Pimpinan Sidang3. Koordinator Biro dan Ketua Biro4. Koordinator Pemuda dan Ketua Pemuda Sidang Gereja5... [Read more]
Hits (400) 2010-03-29 09:39:42


More Biro Pemuda GPI Posts

Kesaksian

LAHIR BARU

  Saya bertobat pada usia belum genap 9 tahun setelah mendengar  khotbah pendeta kami yang melayani Sidang Jemaat Nasareth. Pendeta  Da... [Read more]
Hits (686) 2009-03-21 11:58:37


More Kesaksian Posts